Beberapa entrepreneur layanan kontruksi yang tergabung dadlam Kombinasi Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bandung, menyalahkan nilai ganti rupiah pada dolar Amerika yang sekarang ini sampai Rp 15 ribu lebih. Efeknya beberapa harga bahan untuk pekerjaan kontruksi naik pada 30 sampai 45 %.
Ketua GAPENSI Kabupaten Bandung, Enjang Mulyana menyampaikan efek kenaikan dolar Amerika sekarang ini membuat beberapa aktor usaha layanan kontruksi seperti dianya "kewalahan". Beberapa harga bahan bangunan yang import atau bahan lokal yang mempunyai kandungan import melonjak tinggi.
Seperti harga alumunium untuk kusen serta interior dari mulanya Rp 75 ribu per mtr., sekarang melonjak menjadi Rp 120 ribu per mtr.. Lalu, harga semen yang sebelumnya Rp 55 ribu per zak, sekarang jadi Rp 57 ribu per zak. Begitupun di harga besi, kabel, aspal, keran air, pipa dan lain-lain.
"Begitu berat buat kami sekarang ini, pekerjaan harus tetap kami kerjakan sesuai dengan kontrak kerja. Sedang harga harga sekarang ini begitu memberatkan. Sebab jika tidak kami kerjakan yah kami dapat di-blacklist,"kata Enjang, Minggu (7/10/18).
Baca Juga: Taco HPL
Menurut Enjang, sebab pekerjaan mesti masih dituntaskan, hingga beberapa usaha penghematan dikerjakan. Supaya kontrak kerja masih dapat dituntaskan dengan kualitas yang sesuai dengan kesepakatan awal.
Artikel Terkait: kalsiboard
Akan tetapi, penghematan juga tidaklah terlalu berarti, sebab benar-benar sangat banyak elemen produksi yang biayanya susah didesak atau di turunkan.
"Yah kami berupaya berhemat atau mendesak cost produksi seketat mungkin. Tetapi tetap harus untuk berbelanja bahan serta gaji pekerja tidak dapat didesak, walau sebenarnya itu ialah cost yang terbesar. Sangat yang dapat didesak atau dihemat itu hanya dikit sedikit saja lah,"katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar