Kamis, 31 Mei 2018

Beginilah Jeritan pengembang minta bank tak naikkan bunga kredit

Pasar properti yang akan terpengaruh dengan kenaikan suku bunga berada di segmen menengah dan menengah atas. Dari data REI, sebanyak 86% konsumen di segmen tersebut membeli properti menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA). Sedangkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih mendapat subsidi pemerintah sehingga tidak terdampak.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk (DILD) Theresia Rustandi yakin kenaikan suku bunga acuan, tidak serta merta berdampak langsung terhadap bunga kredit properti. Biasanya, bank akan mengevaluasi kebijakan ini dan pengaruhnya bisa terjadi dalam dua hingga tiga bulan berikutnya.

Baca Juga: harga baja ringan 

Namun begitu, pengembang berharap perbankan tidak segera menaikkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit konstruksi.

Baca Juga: kanopi minimalis 

“Kami berharap perbankan bisa arif menyikapi kenaikan ini, karena properti adalah salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembang saat ini masih berjuang dengan beban yang cukup berat,” kata Theresia.

Sementara itu, hasil survey Bank Indonesia menyatakan harga properti residensial pada triwulan I-2018 meningkat sebesar 1,42%, bila dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat sebesar 3,5% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

Peningkatan harga properti residensial terutama disebabkan kenaikan harga bahan bangunan (35,07%) dan kenaikan upah pekerja (21,21%). Sumber : http://hargakw.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar