Rabu, 23 Mei 2018

Inilah Penyebab Harga Furnitur Yang Kian Mahal dan Semakin Tak Terjangkau

Warga Sulut suka credit. Terkecuali credit kendaraan, tempat tinggal serta gadget, nyatanya credit mebel atau kelengkapan rumah tangga malah yang terbesar. Data Otoritas Layanan Keuangan (OJK) Sulutgomalut mencatat, di bank umum periode sampai Maret 2018, bidang credit kepemilikan perlengkapan rumah tangga begitu tinggi. Bahkan juga tembus Rp 3 triliun (saksikan grafis, red).

“Untuk penyaluran credit tertinggi di bidang kelengkapan rumah tangga menjangkau Rp 3 triliun. Dari keseluruhan jumlah credit sebesar Rp 5, 4 triliun untuk keseluruhan jumlah penyaluran credit mengkonsumsi, ” tukas Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda.

Menyikapi hal semacam ini, ekonom Sulut Joy Tulung menilainya, tingginya bidang kepemilikan kelengkapan rumah tangga tidak terlepas dari tingginya credit perumahan. “Pasalnya, tempat tinggal baru memerlukan perabotan. Serta orang-orang memakai sarana pembiayaan, ” tutur Tulung.

Namun, tingginya credit di bidang ini berbanding terbalik dengan Non Performing Loan (NPL). Dimana, credit bermasalah di bidang ini cukup kecil. Cuma 0, 56 %. “NPL bidang credit ini lebih kecil karna barangnya mempunyai harga terjangkau, jadi resiko credit macet kecil, ” lebih akademisi Unsrat ini.

Diluar itu, kecilnya NPL bidang ini karna angsuran untuk credit perlengkapan rumah tangga relatif kecil. “Beda dengan KPR yang mempunyai angsuran besar. Untuk perlengkapan rumah tangga, barang harga 10 hingga 20 juta saja angsurannya tidak cuma satu atau dua juta.

Artikel Terkait: daftar harga

Bahkan juga dapat dibawah satu juta, ” tuturnya. Jadi, lanjutnya NPL kecil karna angsuran enteng. “Beda dengan credit KPR atau mobil. Yang NPL nya relatif besar, ” pungkas Tulung. Sumber : http://hargakw.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar